Pekalongan Punya

       Kota Pekalongan, adalah salah satu kota pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Batang di timur, serta Kabupaten Pekalongan di sebelah selatan dan barat. Pekalongan terdiri atas 4 kecamatan, yakni Pekalongan Barat, Pekalongan Utara, Pekalongan Timur, dan Pekalongan Selatan.
        Kota ini terletak di jalur Pantura yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya. Pekalongan berjarak 101 km sebelah barat Semarang, atau 384 sebelah timur Jakarta. Pekalongan dikenal dengan julukan "world city of batik" / kota batik dunia, karena batik Pekalongan memiliki corak yang khas dan variatif berbeda dengan daerah lain, batik Pekalongan juga bisa berubah-ubah dalam hal motif dan warnanya sesuai dengan permintaan pasar yang laku. Batik pun sekarang mulai di ekspor ke luar negeri. Kota Pekalongan masuk jaringan kota kreatif UNESCO dalam kategori crafts & folk art pada Desember 2014 dan memiliki city branding World's city of Batik. Selain batik, Pekalongan juga mempunyai ciri khas lagi seperti sarung. Di kota Pekalongan terdapat banyak pabrik textil yang ternama seperti Pismatex (Gajah Duduk) dan Pajitex (Sarung Mangga).
          Transportasi di kota ini pun sudah cukup berkembang, karena terdapat terminal besar, stasiun, dan pelabuhan. Hotel-hotel berbintang pun sudah ada di Kota Pekalongan seperti Hotel Dafam yang berhadapan langsung dengan Transmart Media, Hotel Santika dan Hotel Horison yang berhadapan juga dengan stasiun kota Pekalongan, terdapat juga Dupan Square berhadapan langsung dengan terminal Pekalongan. Keunggulan yang dimiliki di bidang pendidikan telah ada Universitas berdiri kokoh dengan visi-misi masing-masing baik Negeri maupun Swasta. IAIN Pekalongan, Universitas Pekalongan, Sekolah Tinggi Ilmu Komputer, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Ki Ageng Pekalongan merupakan universitas yang bagus di wilayah Karesidenan.Salah satu sekolah unggulan ditingkat atas adalah berdirinya MAN INSAN CENDEKIA yang digadang-gadang sekolah bertaraf nasional. Madrasah tersebut mengkomparasikan antara ilmu pengetahuan dan ilmu agama bagi peserta didiknya, selain itu disana juga diwajibkan untuk menggunakan bahasa asing yang pertama adalah bahasa arab dan kedua bahasa inggris.
          Makanan khas Pekalongan adalah megono, yakni irisan nangka dicampur dengan sambal bumbu kelapa. Makanan ini umumnya dihidangkan saat masih panas dan dicampur dengan petai dan ikan bakar sebagai menu tambahan.
           Kota Pekalongan terkenal dengan nuansa religiusnya karena mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Ada beberapa adat tradisi di Pekalongan yang tidak dijumpai di daerah lain misalnya: syawalan, sedekah bumi, dan grup musik kampung seperti KGP, GERAB, TEAM HORE, NGEAK, ROLLING, BABE, GARPU CINDAI, IJO LUMUT, AKRAP, GPS sebagainya. 
         Tradisi Syawalan adalah perayaan tujuh hari setelah lebaran dan sekarang ini disemarakkan dengan pemotongan lopis raksasa yang memecahkan rekor MURI oleh wali kota untuk kemudian dibagi-bagikan kepada pengunjung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

keajaiban orang tua